Intervensi Keperawatan Berbasis Oksigenasi, Posisi Semi-Fowler, dan Monitoring Hemodinamik pada Pasien Congestive Heart Failure: Laporan Kasus
Keywords:
congestive heart failure, intervensi keperawatan, oksigenasi, semi-Fowler, monitoring hemodinamikAbstract
Latar Belakang: Congestive Heart Failure (CHF) merupakan kondisi kardiovaskular kronis yang ditandai dengan ketidakmampuan jantung memompa darah secara adekuat, sehingga menyebabkan penurunan curah jantung dan gangguan oksigenasi jaringan. Pada kondisi akut, pasien CHF sering memerlukan perawatan intensif dengan intervensi keperawatan yang berfokus pada stabilisasi respirasi dan hemodinamik.
Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan intervensi keperawatan berbasis oksigenasi, posisi semi-Fowler, dan monitoring hemodinamik pada pasien Congestive Heart Failure dengan penurunan curah jantung di ruang perawatan intensif.
Metode: Laporan kasus ini menggunakan desain studi kasus pada satu pasien CHF yang dirawat di Intensive Care Unit. Data dikumpulkan melalui observasi klinis, pemeriksaan fisik, pemantauan tanda-tanda vital, serta hasil pemeriksaan penunjang. Intervensi keperawatan yang diterapkan meliputi manajemen oksigenasi, pengaturan posisi terapeutik semi-Fowler, dan monitoring hemodinamik berkelanjutan selama periode observasi tiga hari perawatan.
Hasil: Pada pengkajian awal, pasien menunjukkan tekanan darah 90/60 mmHg, frekuensi nadi 112 kali/menit, frekuensi napas 28 kali/menit, dan saturasi oksigen 88%. Setelah penerapan intervensi keperawatan, terjadi perbaikan kondisi klinis yang ditandai dengan peningkatan saturasi oksigen menjadi 94-96%, penurunan frekuensi napas menjadi 20 kali/menit, penurunan frekuensi nadi menjadi 88-96 kali/menit, serta stabilisasi tekanan darah pada kisaran 110/70-120/80 mmHg.
Kesimpulan: Intervensi keperawatan berbasis oksigenasi, posisi semi-Fowler, dan monitoring hemodinamik berperan penting dalam meningkatkan stabilitas respirasi dan hemodinamik pasien Congestive Heart Failure dengan penurunan curah jantung di ruang perawatan intensif. Laporan kasus ini menegaskan peran strategis perawat spesialis keperawatan medikal bedah dalam memberikan asuhan keperawatan berbasis bukti pada pasien dengan gangguan kardiovaskular kompleks.









